Bandarmasih Archery Club # Pengenalan Olah Raga Panahan

Panahan atau memanah pada awalnya bukanlah suatu cabang olahraga, melainkan aktivitas berburu yang para nenek moyang kita lakukan pada zaman dulu. Tak sekadar berburu, memanah juga merupakan cara orang zaman dulu untuk berperang, hanya saja kemudian panahan berkembang dan menjadi suatu jenis dan cabang olahraga di zaman modern.

Olahraga memanah atau panahan memang diketahui menjadi cabang olahraga yang termasuk sederhana. Seperti kita tahu olahraga ini adalah olahraga yang simple namun kerumitan pada teknis bertingkat tinggi. Para pemula atau bagi yang tertarik dengan olahraga ini bukan hanya penting mengetahui dan mempelajari teknik panahan, melainkan juga wajib mengenal peraturan olahraga panahan.

MENGENAL BAGIAN  PERALATAN PANAHAN :

1.  Arrow ( Anak panah )

Ada 3 jenis arrow yang biasa digunakan dalam olahraga panahan, yakni yang terbuat dari kayu, fiberglass, dan alumunium. Tiap jenis arrow memiliki karakteristik tersendiri dan menghasilkan penampilan yang berbeda dengan bow yang sama. Dalam membeli arrow, ukuran shaft dan bow harus dipertimbangkan. Panjang draw dari shooter menentukan yang mana ukuran shaft yang terbaik karena panjang arrow dapat mengubah rusuk dari ukuran shaft tertentu. Jenis- jenis anak panah :

A. Arrow dari Kayu

Arrow yang paling mudah didapat adalah yang terbuat dari kayu. Namun, arrow ini tidak tahan lama karena dapat diserang rayap, terutama jika disimpan di tempat lembap. Arrow dari kayu biasanya dipakai untuk nomor tradisional dan jemparingan .

 

 

 

 

B.  Arrow Carbon

  Anak panah jenis carbon digunakan dalam nomor  FITA recurve dan FITA compound. Harga untuk anak panah jenis ini lebih mahal dari pada anak panah bambu dan anak panah alumunium .

 

 

 

 

C. Arro w Alumunium

Anak panah jenis ini digunakan untuk nomor nasional dengan busur standart bow.

 

 

 

 

 

 

2.  Bow (Busur)
Busur terdiri dari beberapa komponen , diantaranya adalah :

  1. Handle Section/riser : merupakan bagian yang berguna sebagai pegangan grip saat memegang busur.
  2. Dahan busur ( Limbs) : adalah sebuah sayap atas pada busur yang berguna menghasilkan kekuatan  lecutan pada anak panah saat ditarik oleh pemanah.
  3. Tali Busur ( BowString ) : terdapat bagian-bagian dari tali busur yaitu mata tali (loop) yang dimasukkan pada ujung sayap atas dan bawah , nocking point yang digunakan sebagai tempat anak panah di tali dan balutan tali ( serving ).
  4. Alat Pembidik ( visir ) : Penggunaan alat pembidik ini sangat penting karena dalam pertandingan panahan jarak yang digunakan setiap ronde berbeda-beda setiap jaraknya, maka dari itu setiap pemanah akan selalu mengubah alat pembidik dalam setiap jarak apabila pemanah dalam bertanding lupa dalam mengubah alat tersebut ketika terjadi perpindahan jarak, maka akibatnya fatal dalam perolehan point.
  5. Klicker : Klik anak panah biasanya dipakai oleh pemanah yang sudah menguasai tehnik-tehnik dasar panahan . klicker berfungi sebagai penanda saat anak panah ditari maksimal, setelah aanak panah ditarik maksimal, maka klicker akan berbunyi dan anaak panah harus segera dilepaskan.
  6. Sandaran Anak panah ( Arrow rest ) : Sandaran anak panah berungsi sebagai tempat/ menyandarkan batang anak panah sebelum anak panaah melesat. Tempat arrow rest terletak menempel dibagian handle.
  7. Peredam Getaran ( Stabilisator ) : Peredam getaran yang terbuat dari campuran alumunium ataupun fiber berfungsi meredam getaran, getaran yang terjadi setelah pemanah melesatkan anak panah. Peredam getaran yang bentuknya panjang disebut dengan long stabilisator, dan peredam getaran yang berbentu pendek  disebut dengan short stabilisator.
  8. Aksesoris Pelindung Pemanah
  9. Pelindung tangan penarik ( Finger Tab ) : pelindung tangan penarik berfungsi melindungi tangan khususnya di 3 jari penarik yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Pemanah dalam menarik tali pada saat bertanding dilakukan secara berulang-ulang, sehingga kekuatan  daya tahan terutama pada ketiga jari tersebut penting, maka finger tab diperlukan untuk melindungi tangan saat menarik tali busur agar tidak sakit. Bahan untuk finger tab ini terbuat dari kulit.
  10. Pelindung lengan (Arm Guard) : Bahan yang terbuat dari campuran plastik, pelindung lengan dipakai dibagian lengan depan kiri. Pelindung lengan berfungsi melindungi lengan dari gesekan tali ke lengan, sehingga pemanah yang sudah mahir selalu menggunakan alat tersebut, terlebih sebagai pemanah pemula.
  11. Kantong Panah (Quiver) : Kantong panah berfungsi untuk menempatkan anak panah. Anak panah apabila ditempatkan sembarangan tempat akan mudah rusak terutama bulunya. Bahan yang digunakan ada yang terbuat dari kulit, tetapi ada juga yang terbuat dari campuan plastik. Panjang kantong anak panah yang bagus disesuaikan dengan panjang anak panah yang dimiliki masing-masing anak pemanah.
  12. Pelindung dada (Chest Guard) : berfungsi sebagai peindung dada agar tali saat dilepaskan tidak mengenai dada/kaos yang dipakai seorang pemanah. Jika tali selalu mengenai kaos maka lesatan anak anah tidak akan bisa berjalan dengan baik dan sempurna.
  13. Penopang Busur (Ground) : Ground berfungsi sebagai tempat penopang / meletakkan busur saat latihan maupun bertanding. Selain itu fungsinya agar posisi busur maupun tali tidak akan berubah-ubah karena sudah diletakkan pada ground. Bagian busur yang diletakkan pada ground yaitu bagian handle.
  14. Penarik Anak Panah (Puller) : Puller berfungsi sebagai penarik anak anah yang menancap di target . karena ada saat anak panah menancap kedalamannya berbeda-beda. Anak panah yang sangat dalam menancap akan sulit ditarik, apabila tidak menggunakan bantuan puller. Maka dengan menggunakan puller akan mempermudah pemanah dalam mengambil anak panah.

 

PERATURAN PANAHAN

1. Lapangan Panahan

Dalam peraturan olahraga, selalu ada aturan tentang lapangan, terutama untuk hal ukuran. Lapangan yang dipakai untuk tempat pertandingan atau lomba panahan biasanya terbagi menjadi 2 bagian. 2 bagian tersebut adalah indoor atau di dalam ruangan dan juga outdoor atau di luar ruangan. Berikut adalah beberapa aturan tentang lapangan yang menjadi ketetapan.

  • Setiap lapangan adalah wajib untuk dilengkapi dengan kamera pada tiap sudutnya supaya juri bisa secara lebih mudah memberikan penilaian saat pertandingan berjalan.
  • Harus ada sebuah lajur yang membatasi tempat bagi peserta perempuan dan laki-laki. Untuk lajur satu ini pun ukuran lebar telah ditetapkan di mana harus kurang lebih 5 meter.
  • Adanya tiang penopang papan sasaran wajib diberi angka pada masing-masing tiang. Tak hanya itu, diharapkan setiap tiang perlu ditanamkan sampai benar-benar kokoh hingga ke dalam tanah. Tujuan hal tersebut tentunya supaya pemanah tidak akan melakukan kesalahan di saat memanah.
  • Harus ada 1-3 target di mana ini adalah jumlah minimal target dalam satu lapangan. Target tersebut bisa dipasang pada setiap lajurnya di mana biasanya 2 yang dipakai. Pemberian tanda perlu dilakukan dengan jelas.
  • Aturan dasar memanah, terutama soal jarak sasaran pada laki-laki dan perempuan tidaklah sama dan urutan jaraknya pun tertentu. 30, 50, 70, 90 m adalah jarak besar lapangan umum yang digunakan untuk pemanah laki-laki, sedangkan, 30, 40, 60, 70 m adalah jarak besar lapangan umum yang digunakan untuk pemanah perempuan.
  1. Kostum Memanah

Seperti halnya peraturan olahraga lain, seperti peraturan tenis lapangan maupun peraturan permainan bola basket, setiap olahraga memiliki kostumnya masing-masing untuk mendukung penampilan pemanah saat memanah.

  • Pakaian yang dipakai untuk memanah pun telah ditentukan dan aturannya adalah kostum wajib berbahan ketat. Contoh kostum ini mirip seperti pakaian-pakaian untuk olahraga lainnya pada umumnya.
  • Pada kostum pemanah pun desainnya harus ada tempat penyimpan anak panah di mana tempat ini perlu terikat di bagian pinggang pemanah, tujuan dari bagian ini adalah supaya anak panah tidaklah sampai mengenai tali busur yang hendak dipakai.
  • Seluruh peserta lomba atau pertandingan memanah wajib memakai sebuah angka pada punggungnya dan harus angka yang memang telah ditentukan. Tujuan dari penggunaan angka di punggung ini adalah supaya mampu membantu mengenali target anak panah di satu titik.
  1. Istilah dalam Olahraga Panahan

Dalam peraturan memanah, setiap pemanah pun perlu untuk mengenal setiap istilah dalam memanah supaya bisa membuat komunikasi antara pemanah serta pembimbing bisa lebih mudah. Bila tak memahami istilah-istilah di bawah ini dengan baik, maka akan ada kesulitan bagi si pemanah untuk berkomunikasi dengan sang pembimbingnya sambil fokus dengan papan sasaran yang hendak ia tembak.

  • Stand-Stance – Istilah ini masih meliputi istilah lainnya, seperti oblique stance, close stance, open stance dan square stance.
  • Set up – Istilah ini mengartikan bahwa pemanah harus bersiap.
  • Anchor – Istilah ini berarti pemanah bisa mulai berancang-ancang.
  • Drawing – Inilah istilah bagi pemanah untuk berposisi menarik string.
  • Aiming – Istilah ini digunakan ketika pemanah membidik.
  • Holding – Istilah ini adalah istilah untuk sikap menahan tepat sebelum anak panah dilepaskan.
  • Back tension – Istilah ini adalah persiapan pemanah dengan melakukan gerakan sebelum rilis anak panah.
  • Release – Istilah untuk melepaskan anak panah.
  • Follow through – Istilah ini adalah gerakan pemanah selanjutnya sesudah anak panah terlepas.

3.  Turnamen

 

Peraturan dalam olahraga memanah juga meliputi turnamen di mana berlangsungnya putaran perorangan tiap turnamen yang FITA lakukan adalah tiap 1 atau 2 hari. Dan pada setiap turnamennya, ada 144 anak panah dan untuk tiap 36 anak panahnya ada satu kali jeda. Turnamen dibagi dari jarak yang paling jauh.

Jarak tembak panahan paling jauh akan dimulai di hari pertama jika misalnya turnamen panahan dilangsungkan lebih dari 2 hari. Ada 6 kapten lapangan yang akan menjadi pengawas setiap turnamen dan setiap peserta seluruhnya akan memulai lomba di hari pertama dengan 6 anak panah untuk bidikan percobaan dan bagian dari pemanasan.

Karena merupakan bidikan percobaan, maka otomatis tak ada pemberian angka sebagai poin. Barulah ketika pemanah melakukan bidikan selanjutnya, barulah akan dikalkulasikan anak panah untuk untuk pemasukan nilai di poin kompetisi turnamen.

  1. Poin

Tentunya setiap cabang olahraga memiliki aturan tersendiri, khususnya yang memakai poin untuk ukuran kemenangan seperti panahan ini.

  • Setiap poin yang pemanah berhasil dapatkan akan dicatat dan pencatatan baru dilakukan setelah beberapa kali tembakan, yakni 3 anak panah.
  • Suatu kewajiban bagi para pemanah untuk menyebutkan nominal angka atau poinnya sendiri, sementara untuk pemanah lain yang satu grup berperan sebagai asisten atau membantu pemanah yang tengah mengeksekusi nilai.
  • Penentuan dari setiap poin yang diperoleh pemanah didasarkan pada tempat anak panahnya yang sukses tertancap di papan sasaran.
  • Perolehan nilai menjadi lebih tinggi pada poin yang pemanah dapatkan bila setiap anak panah berhasil menancap di 2 warna di saat yang sama atau dengan kata lain letaknya ada di garis pemisah antar tiap kolom.
  • Sebaliknya, tak ada nilai yang bisa diperoleh bila ada anak panah yang menembus papan sasaran tak tertancap atau terpental atau bahkan mengenai anak panah lain.
  • Nilai juga bisa diperoleh ketika permukaan papan target dijumpai adanya bekas tanda anak panah yang pemanah sudah lepaskan. Untuk situasi lainnya, panahan bisa memperoleh nilai jika juri bisa mengidentifikasi anak panah yang mengenai papan target yang sudah ditentukan sebelumnya.
  • Skor akan bernilai sama apabila ada anak panah yang mengenai target anak panah lain atau istilahnya sampingan.
  • Penentuan skor atau poin di hasil akhir perolehan angka akan disesuaikan dengan tempat penancapan anak panah di papan target apabila anak panah posisinya bersilangan dari anak panah lain.
  • Skor untuk penilaian angka tidak akan pemanah peroleh bila anak panah yang berhasil mengenai papan sasaran setelah pemantulan ke tanah.
  • Sebelum panitia telah selesai memeriksa hasil akhirnya, peserta atau para pemanah tak diperbolehkan menyentuh papan sasaran yang sudah dipakai untuk menembak.
  • Sesudah pencabutan anak panah dari papan sasaran, maka harus ada pemberian tanda di bagian lubang yang telah ditembak oleh pemanah.
  1. Papan Sasaran Panahan

Ada aturan tersendiri juga untuk papan target atau papan sasaran yang digunakan untuk sebuah kompetisi panahan, yakni seperti di bawah ini.

  • Ada 2 standar desain bentuk lingkaran untuk klasifikasi papan sasaran, FITA adalah yang pertama menentukan standar desain papan sasaran di mana FITA sendiri merupakan organisasi memanah tingkat internasional.
  • Diameter ukuran parameter target panahan adalah 80 cm dan 122 cm di mana tiap lingkaran target telah dibagi 10 area scoring di mana target pusatnya hanya 1.
  • Ukuran sasaran memanah sendiri besarnya berdiameter 122 cm dengan area skoring 6 cm.
  • Untuk sasaran memanah yang ukuran diameternya 80 cm, 4 cm adalah lebar dari area skoringnya dan dilihat secara keseluruhan sasaran dibagi menjadi 5 zona warna yang tak sama namun terpusat.
  1. Ronde Panahan

Berdasar pada alat yang digunakan, dalam olahraga panahan ada beberapa ronde dan berikut inilah penjelasan singkat akan setiap ronde.

  • Ronde Fita Coumpound – Untuk segi bahan mirip dengan recuve, namun ada roda di sisi-sisi busur berikut juga kalau ditarik akan memiliki angka nol. Untuk jarak yang diperlombakan yaitu mulai dari 30 meter hingga 90 meter.
  • Ronde Fita Recuve – Alat menembak atau panah ini adalah buatan Korea dan Amerika di mana penggunaannya memang untuk standar pertandingan internasional. Panah ini terbuat dari campuran karbon dan fiber di mana beratnya dalah sekitar 5 kg dan jarak perlombaan adalah mulai dari 30-90 meter.
  • Tradisional/Tanpa Aksesoris – Ronde ini termasuk yang jarang dilombakan dan sebabnya adalah karena cara panahan posisinya adalah duduk. Karena mungkin dianggap tak modern lagi, maka ronde ini tak lagi tren.
  • Standar Bow atau Ronde Fita Nasional – Ronde ini hanya ada di Indonesia di mana jarak yang diperlombakan hanyalah 30, 40, dan 50 meter. Ronde ini jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan recuve serta compound dan pemula biasanya yang menggunakan ronde ini.
  1. Hal-hal Lain Wajib Diketahui Pemanah

Pemanah tidak boleh secara sembarangan menggunakan perlengkapan panahan dan hal-hal berikut ini penting untuk diketahui serta diperhatikan oleh para pemanah:

  • Tidak menarik serta melepaskan busur apabila tidak ada anak panahnya.
  • Tidak mendekatkan kepala pada busur khususnya sewaktu sedang ditarik.
  • Tidak sekali-kali menembakkan anak panah ke udara.
  • Tidak menembakkan anak panah bila belum yakin aman untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar.
  • Tidak melakukan penembakan di dalam rumah.
  • Tidak menembak menggunakan anak panah rusak.
  • Tidak menembak jarak jauh sebelum jarak dekat dikuasai dengan baik.
  • Tidak menembak dengan target sembarangan, terutama makhluk hidup sebagai sasaran, seperti manusia, hewan dan tanaman.
  • Wajib berfokus untuk mendahulukan keselamatan diri sendiri berikut juga orang lain.

Teknik Panahan

Memanah merupakan salah satu jenis olahraga yang juga populer di zaman sekarang dan oleh karena itu, tak perlu khawatir apabila ingin mempelajari kegiatan fisik satu ini karena bahkan sekolah panahan pun sudah tersebar di Indonesia. Meski tak terbilang mudah untuk dipelajari, tetap saja olahraga ini bisa dipelajari oleh siapapun dengan penuh kesabaran dan ketekunan.

Karena inti dari aktivitas memanah adalah menembakkan anak panah ke sasaran, fokus, konsentrasi dan juga keseimbangan adalah hal yang penting, berikut juga penguasaan teknik panahan itu sendiri. Supaya dapat mencapai hasil yang optimal, pembelajaran yang disertai dengan tekun latihan adalah kuncinya. Berikut adalah beberapa teknik memanah yang perlu untuk Anda ketahui.

Sikap Berdiri/Stance

Sikap Berdiri atau StandPada teknik dasar memanah, salah satu teknik yang perlu dilakukan dengan benar adalah sikap berdiri atau istilah lainnya stand. Sikap ini adalah ketika Anda pada posisi berdiri dengan kaki tegap dan juga harus kuat menumpu di permukaan tanah yang dipijak. Berikut ini adalah sejumlah sikap berdiri dalam panahan:

  1. Square Stance/Even/Sejajar

Untuk sikap berdiri ini, kaki pemanah harus dalam kondisi terbuka, namun lebarnya harus disamakan dengan lebar bahu. Posisi kaki juga perlu dibuat sejajar lurus dengan garis tembak secara tepat. Bagi para pemula, alangkah disarankan untuk dapat menggunakan teknik sikap berdiri satu ini hingga 2 tahun sebelum mencoba sikap berdiri lainnya.

Sejajarnya cara berdiri pemanah akan membuat sang pemanah lebih gampang untuk proses pengukuran garis lurus dengan targetnya. Dalam hal ini, perhatikan juga saat menarik atau pada posisi holding. Tetaplah jaga tubuh tetap dalam kondisi tegap walau tubuh akan cenderung bergerak agar pelepasan teknik berakhir sempurna.

  1. Open Stance/Terbuka

Pada teknik sikap berdiri open stance ini, posisi kaki pemanah harus membuat sudut sebesar 450 derajat dengan garis tembak. Namun pada teknik ini, posisi badan lebih stabil ketimbang sikap berdiri sebelumnya, terutama sewaktu pemanah melakukan penarikan tali busur. Bahkan kepala juga akan jauh lebih rileks dengan cara sikap berdiri ini.

Hanya saja, para pemanah pemula tak disarankan untuk menggunakan teknik sikap berdiri terbuka ini. Catatan penting di sini adalah bahwa cara berdiri seperti ini boleh dilakukan dan dianjurkan pada para pemanah tingkat lanjut. Jika sudah punya jam terbang cukup tinggi, maka eksekusi untuk teknik ini bakal lebih sempurna.

  1. Oblique Stand/Miring

Teknik sikap berdiri selanjutnya adalah posisi miring alias oblique stand di mana teknik ini tak dianjurkan untuk dilakukan oleh para pemanah pemula alias yang masih belajar. Ini karena pemula biasanya belum cukup kuat untuk menopang tubuh saat anak panah dilepaskan saat ditembakkan.

Untuk melakukan posisi ini, kaki harus diletakkan sejajar antara satu dengan lainnya, namun tak pada posisi yang lurus, tapi lebih kepada posisi miring dengan arah jam 3. Seringkali posisi ini tak sengaja dipraktikkan atau dipakai para pemula walau baru mencoba memanah.

  1. Close Stance/Tertutup

Untuk cara berdiri dalam memanah selanjutnya, ada close stance atau sikap berdiri tertutup di mana ini adalah kebalikan dari open stance atau sikap terbuka. Untuk menerapkannya, pemanah perlu memosisikan kaki tak membentuk sudut 450 derajat, tapi justru kedua kaki saling memperkuat. Kaki kiri posisi harus ada di bagian deban di mana arahnya sedikit serong ke kanan, sementara kaki kanan ada di bagian belakang dengan sedikit sering ke kiri. Di antara 4 teknik sikap berdiri, sikap berdiri tertutup ini adalah yang dianggap terkokoh.

Nocking atau Memasang Ekor PanahNocking adalah teknik gerakan yang mendasar dalam olahraga panahan di mana teknik ini lebih kepada penempatan atau memasukkan ekor/ujung panah ke nocking point atau anak panah ke tali busur dan meletakkan shaft atau gandar di sandarannya. Berikut bisa diperhatikan langkah atau aspek pada teknik nocking yang perlu dikuasai setiap pemanah.

  • Pastikan supaya bulu indeks di bagian ekor panah menjauhi bagian sisi jendela busur.
  • Perhatikan apakah ekor panah sudah benar-benar masuk secara tepat ke tali.
  • Pastikan anak panah atau nocking point telah masuk sepenuhnya dan memang pas di nock, karena terbangnya anak panah pasti akan terganggu bila anak panah terlalu besar atau longgar.

Extend/Mengangkat Lengan Busur

Extend atau Mengangkat Lengan BusurPemanah profesional biasanya menggunakan teknik extend ketika mengangkat lengan busur dan untuk lebih spesifiknya, gerakan dilakukan dengan lengan diangkat setinggi bahu di mana tangan penarik tali juga harus dalam posisi siap dalam penerapannya.

Dalam teknik ini, pemanah harus benar-benar dalam kondisi rileks saat menarik tali dan penggunaan 3 jari utama adalah yang juga paling penting dalam penarikan tali busur, yakni jari telunjuk, jari tengah dan tak lupa jari manis.

  • Awalnya, letakkan tali busur pada ruas-ruas jari pertama.
  • Berikan tekanan pada handle busur secara cukup terhadap telapak tangan yang dijadikan penahan busur.
  • Untuk lebih tepatnya, tekanan ada pada tengah titik V yang ibu jari dan jari telunjuk bentuk pada lengan yang sedang memegang busur.

Hooking and Gripping

Hooking and GrippingDalam memanah, teknik hooking dan gripping juga harus benar agar eksekusi berjalan lancar dengan tembakan yang tak meleset. Gerakan memanah ini bisa dilakukan dengan menempatkan atau mengaitkan jari di tali sesudah anak panah maupun nocking point yang sudah dipasang secara benar.

  • Tempatkan posisi jari di tali dan tali busur sendiri juga perlu berada pada sendi pertama.
  • Jangan sekali-kali melakukan peletakan tali di bagian sendi pertama pada jari atas dan bawah.
  • Sebelum menembak, cek lebih dulu tab tali antara posisi jari di tab serta nocking point.
  • Gunakan pembatas jari sehingga posisi benar dan lebih rileks nantinya.

Mindset

Mindset merupakan teknik yang juga perlu dikuasai para pemanah karena hal ini berhubungan erat dengan konsentrasi serta fokus ketika hendak menembakkan anak panah. Aspek satu ini juga merupakan hal terpenting karena seorang pemanah saat menembakkan anak panah harus sangat rileks. Setiap pemanah perlu untuk melatih diri sendiri supaya fokus terhadap tugas yang tengah ia hadapi supaya saat menerbangkan anak busur, terdapat bonus maupun skor yang sempurna.

Drawing/Menarik Tali Busur

Drawing atau Menarik Tali BusurDrawing merupakan sebuah teknik gerakan di mana pemanah perlu menarik tali busur sampai menyentuh dagu, bibir dan hidung yang dilanjutkan dengan peletakan tangan ke penarik tali busur yang ada di dagu.

  1. Pre-draw – Dalam drawing ada teknik pre-draw di mana gerakan ini adalah gerakan tarikan awal dan saat penerapan, pemanah telah mengunci sendi bahu, sendi siku serta sendi pergelangan supaya anak panah siap ditarik.
  2. Primary-draw – Teknik ini adalah teknik tarikan utama di mana posisi dimulai dari pre-draw hingga tali busur menyentuh bagian dagu, bibir serta hidung sang pemanah. Saat anak panah akan dilepaskan, teknik seluruhnya berakhir di posisi penjangkaran.
  3. Secondary-draw – Teknik selanjutnya disebut juga dengan tarikan kedua, yakni sebuah gerakan yang akan menahan tarikan tali sewaktu berada di penjangkaran supaya lebih siap hingga pelepasan tali.

Anchoring/ Penjangkaran Lengan Penarik

Anchoring atau Penjangkaran Lengan PenarikPemanah dalam teknik ini perlu menjangkarkan tangan yang ia pakai sebagai penarik tali busur di bagian dagu. Berikut adalah langkah yang tepat untuk melakukannya:

  • Tempatkan posisi yang sama akan penjangkaran tangan penarik tali dan jaga agar kekokohannya tetap terjaga dan menempel di bawah dagu.
  • Pemanah dapat melihat diantara mata yang membidik adanya bayangan tali pada busur di saat yang sama.
  • Pada teknik penjangkaran tengah, pemanah bisa menggunakan tangan yang bertugas utama sebagai penarik tali busur di mana tangan tersebut harus menyentuh bagian tengah dagu, bibir dan hidung dan tak ketinggalan juga tetap menempel di bawah dagu.
  • Pada teknik penjangkaran samping, pemanah perlu memakai tangan penarik tali busur dengan membuat tangan tersebut berada menyentuh bagian samping dagu, bibir serta hidung namun menjaga tetap menempel di bawah dagu.

Tighten/Menahan Sikap Panahan

Tighten atau Menahan Sikap PanahanPada teknik ini, artinya pemanah perlu berada dalam kondisi menahan posisi memanah beberapa saat. Penerapan teknik ini bisa dilakukan sesudah teknik penjangkaran serta sebelum pelepasan anak panah. Di waktu yang sama, biasanya otot lengan penahan busur dan juga bersama dengan lengan penarik tali berkontraksi dengan frekuensi yang sama agar posisi tak mengalami perubahan ketika hendak pelepasan anak panah.

Pemanah dalam teknik ini perlu benar-benar fokus pada pembidikan target yang sudah ada atau telah ditentukan. Ketika melakukan pembidikan, pemanah harus bersikap mempertahankan posisi memanahnya sebaik mungkin sampai anak panah dilepas secara sempurna.

Aiming/Membidik

Aiming atau MembidikMembidik atau aiming merupakan teknik penting selanjutnya dalam olahraga panahan. Gerakan membidik adalah gerakan yang bertujuan sebagai pengarah perlengkapan panahan pembidik supaya tepat dalam menembak ke sasaran. Posisi badan pemanah perlu dipertahankan agar tak bergerak agar tak meleset ketika sudah menembak.

Hal lain yang juga pemanah perlu perhatikan adalah memerhatikan teknik yang digunakan. Penerapan dari teknik ini biasanya akan membantu hasil eksekusi yang baik karena pemanah juga akan jauh lebih fokus dan rileks saat melakukannya. Tetap perhatikan juga faktor arah mata angin, kecepatan angin, hingga sudut antara target tembakan dan sang pemanah sendiri.

Release

ReleaseKetika sudah pada tahap pembidikan, tentu teknik selanjutnya untuk diterapkan adalah release alias melepas tali atau panah. Gerakan melepaskan tali busur bisa dilakukan dengan merilekskan jari-jari yang digunakan sebagai penarik tali. Ada 2 cara pelepasan anak panah yang bisa dikuasai oleh para pemanah, yaitu:

  1. Dead Release – Pada teknik release ini, sesudah melepaskan tali busr, lengan penarik tali harus berada tetap pada posisinya. Tetap jaga agar lengan menempel di dagu seperti di awal.
  2. Active Release – Sesudah pelepasan tali busur, lengan penarik tali bisa digerakkan ke arah belakang menelusuri dagu dan juga bagian leher.
  3. Follow-through – Masih menjadi bagian dari teknik release, follow-through bisa digunakan dengan mengendalikan tembakan secara alami. Ketika dilakukan secara berlebihan, kekacauan akan terjadi di titik berat panah.

Teknik akan berakhir baik bila dilakukan dengan kekuatan penuh yang diberikan dari tali pada busur yang pemanah gunakan. Karena kekuatan dimaksimalkan, maka ini bisa menjadi pencegah getaran tali.

After Hold/Menahan Sikap Panahan

After Hold atau Menahan Sikap PanahanTeknik paling akhir adalah teknik after hold di mana pemanah harus menahan sikap panahan dalam beberapa detik pasca penembakan atau pelepasan anak panah. Setelah anak panah terlepas dari busur, pastikan untuk posisi tubuh menahan sikap panahan dengan tujuan agar pengendalian gerakan memanah yang telah diselesaikan.

Secara teknis, tangan penarik busur harus posisinya ada seperti pada posisi awal, lurus tepat ke arah target karena hanya tali busur lah yang kembali ke awal sebelum ditarik. Tahanlah paling tidak hingga 2 detik pasca pelepasan anak panah hingga anak panah sampai atau menyentuh permukaan sasaran.

 

Leave a Reply